sudah lama ga tulis blog, beberapa temen sampe-sampe sudah nagih. Sebenernya yang lalu sejak sadar kalau di friendster sudah tidak bsa upload foto lagi makanya gw jadi enggan bikin blog. Ya, tapi berhub sekarang foto-foto sudah gw upload semua ke picassa ya jadinya yang mau baca blog silakan dateng ke sini ato wordpress gw.. yang mau liat foto silakan liat :
http://picasaweb.google.com/markokanadi
Mulai dari mana ya. Oke sekarang gw uda tiga bulan lebih 17 hari berada di Jepang. Dari blog gw yang terakhir, banyak sekali yang sudah berubah. Dulu pada saat bulan pertama, pada saat masih exciting-excitingnya, jiwa travelling diladeni terus. Ya ada sisi positifnya dan banyak kenangan yang tercipta. Ilmu fotografi pun jadi terasah terus. Tapi itu dulu, waktu jaman-jamannya masi banyak waktu kosong.
Jadi terhitung November pertengahan akhir, gw bergabung dengan sebuah laboratory yang bergelut dengan Digital Signal Processing. Nama laboratory-nya ngikutin nama sensei-nya. Mit-laboratory (Mitsuhashi Laboratory). Nama sensei gw adalah Wataru Mitsuhashi. Salah seorang ilmuwan cukup ternama di negeri sakura ini, menurut temen temen gw orang Jepang. Beliau orang yang total dalam menolong, orang yang ramah, tapi di lain sisi juga tegas. Prof. Mitsuhashi selalu menghendaki adanya progress dari research yang kami lakukan. Jadi inilah yang membedakan lab gw dengan laboratory-laboratory lain yang yah.. sebagian sama ketatnya, sebagian kendur sekali. Ada yang mau kerja ato enggak silahkan.. Ada juga lab lain yang asal uda keliatan nampang juga silakan. Tapi ga dikit juga yang menuntut progress setiap saat.
Karena progress yang wajib dilaporkan itu, kami (gw dan kolega di laboratorium yang terletak di salah satu gedung paling tua di UEC) terpacu untuk bekerja di sela sela waktu kami. Ya bagi kolega gw bukan waktu sela karena di tingkat empat, mereka sudah tidak ada kuliah sebenarnya.. Jadi 100 % waktu mereka ya kehidupan di laboratory. Sedangkan gw, ada puluhan kredit yang gw ambil yang ga memungkinkan gw untuk bekerja 100% di dalam laboratory setiap saat.
Tapi satu hal yang kerasa sekali di sini, yaitu masalah etos kerja. Temen-temen selaboratory dan setanah kampus, mereka itu bener bener total sama riset mereka. Pertama kali datang ke sini jujur terkejut karena setiap hari senpai (senior) s2 dan s3 pulangnya jam 11 malam ke atas. Teman-teman seperantara rata rata pulang jam 10 malam. Padahal mereka datang setiap harinya dari siang. Beberapa malah masi ada yang ambil kelas pula. Jujur kaget gw.. Tapi ya hari demi hari gw uda mulai bisa adaptasi dengan pola kerja mereka. Sabtu pun kerja di lab loh, dan pernah gw datang minggu malam ada senior s2 yang sedang ber"tapa" sama risetnya rupanya di sana. Benar-benar gw sampai geleng-geleng kepala.
Ya ada baik ada buruknya, karena menurut versi Uesu Senpai, banyak sekali terdapat otaku di kampus (ya Otaku itu orang yang tidak pede dan punya kehidupan unik sendiri). Ya tapi banyak dari para otaku itu yang punya karya riset yang luar biasa.. Jadi ya anggap saja itu pilihan hidup mereka.
Gw sendiri mencoba untuk work hard-play hard, tapi sisi travelllng jadi menyusut tajam.. Sisi pergaulan, terkadang gw ga bisa ikut teman yang makan makan bersama ke suatu tempat, jalan jalan bersama ke suatu tempat karena kesibukan lab sekarang. Tapi ya gimanapun gw bersyukur karena punya lab. Perlu satu blog sendiri untuk gw bercerita tentang perjuangan gw mendapatkan laboratorium di sini.
Di ITB, selama ini apa yang menjadi andalan gw untuk berusaha berprestasi adalah menyantap buku-buku, datang kuliah dan mengerjakan tugas meskipun susah. Tapi ketika gw datang ke dunia lab, itu semua ternyata ga bisa diterapin mentah mentah. Perlu adaptasi. Mau nyantap buku.. yang bener itu nyantap paper-paper dan jurnal jurnal di internet, baru setelah itu buku adalah sarana untuk menunjang pemahaman paper tersebut. Datang kuliah.. datang kuliahitu ada batas waktunya, katakan dua jam dan kuliah selesai.. Kalau lab, datang dengan target.. kerja sampai target terkejar (sering sekali sulit untuk mencapai target karena ternyata banyak kendala tak terduga yang harus dihadapin) dan kemudian pulang dengan menyadari waktu yang sudah diluangkan di laboratorium cukup lama tapi hasil yang didapat ternyata kurang memuaskan terkadang. Ya kurang memuaskan, tapi tetap disyukuri.. Karena meskipun kurang memuaskan tapi tetap saja hidup ini ada perkembangannya.. Skill meningkat dan diri semakin baik dari waktu ke waktu.
Toh di lab kerjaan kami ga cuma belajar dan riset saja. Kami juga ngobrol. Awal mula memang gw ga bisa paham apa yang mereka ucapin. Tapi sekarang gw bisa paham 20 % apa yang mereka ucapkan. Dan sering juga koq gw mengeluarkan joke usil gw dengan bahasa Japlish (Japan English), dan mereka pun suka terbahak-bahak juga terkadang. Ya itulah yang gw syukuri juga.. Professor yang ramah, dan teman-teman yang bersahabat.
Kuliah sendiri.. Kuliah yang gw ambil cukup padat. Tapi semua ga terlalu sulit koq. Memang exchange student ini bobotnya tidak diporsikan untuk kuliah tapi untuk riset dan belajar bahasa serta budaya. Lumayanlah, daripada kuliah ikut sulit juga.. gw bisa jadi otaku jg entar..
Kehidupan kampus, kadang terasa monoton juga. Bangun pagi, masak, kuliah, ke Gakushoku (kafetaria), makan bersama, kuliah bareng lagi sampai sore, pulang buat masak dan makan bentar, abis itu ke lab, dan kerja sampai malam.. Ya kalau mau diliat kerangka jadwalnya jadi terkesan monoton. Tapi kalau diliat dari progressnya y tidak monoton. Seperti bahasa contoh kasusnya. Kalau bahasa sendiri, gw ya bersyukur karena dari waktu ke waktu semakin mengerti. ya jadi kalo nonton tv mulai ngerti, kalau ke toko mulai ngerti, kalau ngobrol sama orang mulai lancar.. kalo riset ya mulai ada perkembangannya.. mulai ngerti satu hal yang tadinya penasaran koq ga ngerti ngerti.. Dari segi pertemanan pun juga semakin akrab satu sama lainnya..
Soal Indonesia, akhir akhir ini entah kenapa gw kangen ama makanan Indonesia. Bukan berarti gw ga suka masakan Jepang tapi masakan Indonesia itu ada cita rasa khasnya tersendiri. Yang sering bikin kebayang itu soto. Maklum lagi dingin banget di sini akhir akhir ini. Soto Gebyar di deket kost (nama jalannya gw uda lupa), soto sauna di kampus (setelah gw pulang dari Jepang harus hati hati makan ini). Trus gw suka kangen sama pecel dan gado-gado deket rumah.. Terus masakan pedas pedas ini itu.. Malah pernah suatu hari gw ngelamunin gorengan.. Pas itu yang ada di benak gw rasanya pingin makan tahu goreng pake cabe rawit banyak, terus tempe dan ubi goreng.. Combro depan ITB.. wahhhh, 8 bulan lagi gw baru bisa makan itu.. someone kirim donk pake express ke sini..
duh, berat nih mata gw.. besok ada kuis vocabulary nihon-go pula.. sampe sini dulu ceritanya.
nb: maaf di blog ini cuma bisa kirim tulisan saja tanpa gambar.
Marko, Sukribo (potong rambut di Tokyo mahalllll)