keluhan tengah malam..,

April 21st, 2008 by marko-k19

ironis, sepulangnya saya ke dormitory larut malam selepas mengerjakan berbagai hal sepanjang hari, saat dimana sebagian orang memiliki tempramen yang buruk,

Seorang teman yang mengutip ayat dari kitab suci pada title WLM-nya, yang sudah lama saya tidak mengobrol dengannya, malah mengirimkan kata-kata sarkastik ke dalam message yang dikirimkannya.

saya pikir awalnya bercanda, dan saya tinggal jawab enteng saja dengan canda juga.. tapi koq lama kelamaan makin bernada tendensius menyerang..

lalu apa maknanya ayat alkitab yang tertera di wlm-nya buat dia.

ah mungkin saja saya yang terlalu cape dan terlalu serius menanggapi kata-kata sarkastisnya. Mungkin saya yang terlalu serius menanggapi kata-kata "SOK TOP ABIZ" yang dia ucapkan cuma karena melihat foto saya di wlm.

biaya sosial

March 12th, 2008 by marko-k19

lucu ketika gw baca salah satu artikel dari suatu situs yang berjudul biaya sosial. Intinya di artikel ini, sepatutnya kita menghitung berapa banyaknya biaya (dalam hal ini uang) untuk ongkos pergaulan sosial kita. Dari penelitian yang sang penulis artikel tulis, ternyata besarnya cukup mengagetkan sehingga menuntut kita untuk sanggup mengatakan tidak.
Koq kebetulan gw merasakan artikel ini benar dan amat sesuai sama hidup yang gw jalani sekarang. Kebetulan teman sesama pengembara sebagai mahasiswa pas-pasan di Jepang asal universitas yang sama turut mendukung pernyataan ini. Ya.. intinya, kami selama ini ternyata mengeluarkan uang untuk ongkos pergaulan kami. Paling gampangnya makan bareng atau pergi bareng. Kalo pas dilakukan, pengeluaran ini terasa kecil karena di pikiran kami seolah sekadar biaya makan/ bioskop saja. Tapi rupa-rupanya kami melaksanakan ini cukup sering mengingat kami tak sanggup menolak ajakan teman kami (atau kami bahkan yang mengajak) untuk pergi makan atau nonton ataupun ke stasiun lain di Tokyo yang supergede ini.
Hal seperti di atas bisa dihndari sebenarnya (dengan menahan nafsu untuk pergi), tapi ada halnya tidak bisa dihindari dalam kasus misalnya ada pesta ulang tahun teman/ atau party lainnya. Entah kenapa di sini party sering sekali.
Oke, mungkin sebaiknya liat dari sudut pandang gw.. Suatu teman mengadakan party dan kami adalah sesama mahasiswa mengandalkan hidup dari beasiswa. Teman dari negara apapunlah ceritanya, mau dari Eropa, Australia, Asia, dsb. Mereka mengatakan mengharapkan kehadiran diri kita untuk memeriahkan suasana. Tapi mana ada party yang bertahan lama tanpa ditunjang makanan yang cukup, btul? Oleh karena itu biasanya gw, Daniel, Xiao Fei, Eric, Tammy, Thierry selalu memasak untuk setiap party yang ada atas landasan tau diri tidak hanya sebagai penikmat makanan. Ya toh ada juga kawan yang hanya menjadi penikmat makanan saja, bahkan rela nongkrong di depan makanan kami tanpa memberikan kontribusi materi apapun.

Kami tidak menuntut. Itu hak mereka. Dan lagi, itu bukan yang saya sedang bahas.

Intinya ya.., itulah biaya untuk pergaulan sosial itu ternyata punya presentase yang tinggi. Jadi sebaiknya dalam rencana anggaran, jangan berpikir hanya biaya rutin pribadi saja. Masukanlah biaya sosial tak terduga misalkan sekian persen (tergantung pribadi) dalam anggaran. Dan setelah benar-benar diperhitungkan, gw percaya pasti ini bakal menjadi sesuatu yang mengejutkan.

Marko yang lagi sariawan,

amigo/ tomodachi/ friend/ konco/ teman

March 8th, 2008 by marko-k19

Dua hari lalu, salah satu teman yang sangat berkesan, bukan karena ia memang cantik tapi karena ia sangat baik, pulang ke negara asalnya di Taiwan. Ya di sini bisa terhitung ia adalah senior saya karena ia memulai studi exchange semenjak April 07 sedangkan saya sendiri Oktober 07. Karena hal tersebut, otomatis ia pulang ke negara asalnya lebih dahulu.
Ya perasaan campur aduk juga, tapi karena terbiasa mengalami perpisahan sejak jaman SD dulu, mental ini kuat juga, meskipun ada sekian persen dari hati saya yang menunduk dan menangis. Terlebih lagi, ketika hari keberangkatan dia, saya ga bisa mengantarkan hingga terminal bus karena terjadwal untuk melakukan kegiatan rutin tahunan di laboratorium.
Jadi pagi-pagi benar, saya cuma bisa ketuk kamarnya, hendak mengucapkan selamat tinggal, tapi yang ada dia berbicara lebih dahulu tentang banyak hal. Ia memberi saya surat dan juga sebuah buku petunjuk mengenai Jepang. Ia berpesan agar saya pergi ke banyak tempat di Jepang dengan berbekal kamera saya, agar kemudian mengirimkan fotonya tersebut kepadanya kelak hari. Saya nyaris kehabisan kata-kata, saya cuma bisa tersenyum dan akhirnya berpamit. Ia pun segera membalas dengan pelukan. Singkat tapi cukup perih. Itulah saat terakhir saya bertemu dengan teman saya itu. Entah akan ketemu dia lagi atau tidak. Entah akan berkirim surat dengannya atau tidak, saya tidak tahu. Terlalu muluk untuk mengusulkan teman sejati sampai tua nanti.
Di satu sisi, suatu kebetulan menemukan teman macam tadi. Namun di sisi lain, ada berbagai macam teman lain yang saya temukan, baik yang rajin-rajin menyakiti hati, baik yang cuek saja, maupun yang benar-benar perduli ataupun yang berlebihan perduli.

  • Ada teman yang benar-benar perduli ketika kita berada di atas. Lalu ketika gantian ia yang berada di atas, dia ingin lebih ke atas dengan menginjak muka kita. Maaf, tapi ini kasus yang jamak, saya ga akan bahas ini. Yang saya temui selama ini malah ada teman yang sangat perduli ketika ia yang ada di atas, dan ketika kita merangkak naik ke atas, ia berubah menjadi sinis, sangat sensitif, serta ga ragu buat menyerang kita. Lucu, orang seperti ini bisa saya jumpai di berbagai tempat. Ketika ia di atas, dia bisa tampil dewasa, rendah hati dan perduli, tapi ketika saya beranjak naik, tanpa berarti ia beranjak turun, ia berubah sikap drastis.
  • Lain lagi dengan yang satu ini, ada teman yang selalu mencari celah. Ia suka menyerang ketika saya berfokus kepada hal yang lain. Ia memulai dengan canda, lalu dengan cerdasnya menyelipkan anak panah ke dalam kata-katanya. Tujuannya supaya kita sakit hati, lalu ia merasa unggul, dan kemudian berubah menjadi orang yang baik hati. Lain halnya kalau kita ternyata tidak mempedulikan candanya itu, kita tidak tanggapi serangannya, lalu ia akan memiliki mood yang amat buruk beberapa hari ke depannya. Mmpphhh…
  • Ada yang suka melakukan seleksi alam ala Darwin. Setiap orang dicari titik lemahnya sampai akhirnya dia hanya memiliki beberapa teman / tidak sama sekali. Saya pikir, untuk mencari seorang sahabat, hal itu oke saja. Tapi kalau untuk menjadi sekadar teman, sulit rasanya.
  • Ada teman yang maunya membangun barrier. Kegiatan apapun seyogyanya saya lakukan dengan mereka saja. Seandainya saya tidak pergi bersama dengannya, saya akan sedikit dijauhi. Bahkan prasangka-prasangka pun ternyata sudah ada di pikiran mereka.
  • Saya jumpai juga teman yang lihai mencari perhatian tapi ternyata seorang serigala betina. Di lain pihak ada yang tak perduli kata orang lain tapi dia selalu menjadi penyeimbang dalam pergaulan kami.
  • Ada yang mengumbar masa depan, ada yang terlalu sibuk dengan sakit hati masa lalu.

Ya banyak sekali, puas rasanya memaparkan macam-macam orang. Karena ada 6.3 milyar orang, seharusnya list saya juga ada segitu banyak. Tapi saya hanya berusaha memaparkan karakter karakter umum yang saya jumpai dari teman-teman saya. Bisa saja tiga orang memiliki karakter serupa akan salah satu poin di atas, ada juga yang merupakan kombinasi antara beberapa poin dan masih banyak lagi.

Memang ga bisa cari orang yang benar-benar memuaskan hati kita tapi selama seorang teman masih berada dalam ambang batas toleransi perasaan dan pikiran kita, saya rasa mereka masih layak, dan memang seharusnya menjadi teman.

Entah apa yang saya telah tulis,
Marko

English and Japanese but not else

January 30th, 2008 by marko-k19

Satu hal tabu di program JUSST (exchange students in UEC) ini adalah kalau berkomunikasi ke sesama teman satu negara dengan lantang dan menggunakan bahasa negara sendiri. Contohnya A-san dari negara KACOA menggunakan bahasa KACOA-go kepada B-san yang jaraknya 5 meter dari dia. Padahal antara mereka berdua terdapat 5 orang dari negara JANGKARIK, LABABA, dan katakanlah ORONGORONG.
Yah, sesekali dua kali kalau memang singkat it’s ok. Tapi sayang sekali ada beberapa oknum yang seenaknya menggunakan bahasa mereka dengan lantang, toh mungkin karena mereka merasa jumlah mereka terbanyak dibandingkan dari negara lain. Herannya tidak sadar. Yah mungkin itu karena luapan hati mereka tatkala yang lain berbicara bahasa Inggris ada yang tidak bisa menangkap atau mengikuti percakapan. Jadi karena itu ketika ada peluang, mereka hajarlah semua luapan hati mereka. Ya itu.. "keinginan untuk bicara" mereka.
Maaf seribu maaf tapi ini gw rasa sangat mengganggu dan terkadang tidak tahu diri. Pun pengajar di depan kelas yang sedang menjelaskan pun mereka abaikan. Mending kalau bisik bisik saja, ini malah bicara keras-keras ke sesama komunitas mereka. Dan sayang sekali karena itu terjadi untuk semua orang dari negara KACOA itu.
Ya tapi itu mungkinlah karakter bangsa yang harus gw pahami dan ga bisa gw tentang karena itulah seni perbedaan. MUNGKIN.
Tapi menurut pendapat gw, IMHO, sopan santun itu berlaku universal. Menghargain orang yang sedang berbicara pun berlaku universal. Jadi mohon memaklumi kekecewaan gw terhadap kalian teman-temanku dari negara KACOA.

Maruko-kun

cerita

January 17th, 2008 by marko-k19

sudah lama ga tulis blog, beberapa temen sampe-sampe sudah nagih. Sebenernya yang lalu sejak sadar kalau di friendster sudah tidak bsa upload foto lagi makanya gw jadi enggan bikin blog. Ya, tapi berhub sekarang foto-foto sudah gw upload semua ke picassa ya jadinya yang mau baca blog silakan dateng ke sini ato wordpress gw.. yang mau liat foto silakan liat :
http://picasaweb.google.com/markokanadi

Mulai dari mana ya. Oke sekarang gw uda tiga bulan lebih 17 hari berada di Jepang. Dari blog gw yang terakhir, banyak sekali yang sudah berubah. Dulu pada saat bulan pertama, pada saat masih exciting-excitingnya, jiwa travelling diladeni terus. Ya ada sisi positifnya dan banyak kenangan yang tercipta. Ilmu fotografi pun jadi terasah terus. Tapi itu dulu, waktu jaman-jamannya masi banyak waktu kosong.

Jadi terhitung November pertengahan akhir, gw bergabung dengan sebuah laboratory yang bergelut dengan Digital Signal Processing. Nama laboratory-nya ngikutin nama sensei-nya. Mit-laboratory (Mitsuhashi Laboratory). Nama sensei gw adalah Wataru Mitsuhashi. Salah seorang ilmuwan cukup ternama di negeri sakura ini, menurut temen temen gw orang Jepang. Beliau orang yang total dalam menolong, orang yang ramah, tapi di lain sisi juga tegas. Prof. Mitsuhashi selalu menghendaki adanya progress dari research yang kami lakukan. Jadi inilah yang membedakan lab gw dengan laboratory-laboratory lain yang yah.. sebagian sama ketatnya, sebagian kendur sekali. Ada yang mau kerja ato enggak silahkan.. Ada juga lab lain yang asal uda keliatan nampang juga silakan. Tapi ga dikit juga yang menuntut progress setiap saat.

Karena progress yang wajib dilaporkan itu, kami (gw dan kolega di laboratorium yang terletak di salah satu gedung paling tua di UEC) terpacu untuk bekerja di sela sela waktu kami. Ya bagi kolega gw bukan waktu sela karena di tingkat empat, mereka sudah tidak ada kuliah sebenarnya.. Jadi 100 % waktu mereka ya kehidupan di laboratory. Sedangkan gw, ada puluhan kredit yang gw ambil yang ga memungkinkan gw untuk bekerja 100% di dalam laboratory setiap saat.

Tapi satu hal yang kerasa sekali di sini, yaitu masalah etos kerja. Temen-temen selaboratory dan setanah kampus, mereka itu bener bener total sama riset mereka. Pertama kali datang ke sini jujur terkejut karena setiap hari senpai (senior) s2 dan s3 pulangnya jam 11 malam ke atas. Teman-teman seperantara rata rata pulang jam 10 malam. Padahal mereka datang setiap harinya dari siang. Beberapa malah masi ada yang ambil kelas pula. Jujur kaget gw.. Tapi ya hari demi hari gw uda mulai bisa adaptasi dengan pola kerja mereka. Sabtu pun kerja di lab loh, dan pernah gw datang minggu malam ada senior s2 yang sedang ber"tapa" sama risetnya rupanya di sana. Benar-benar gw sampai geleng-geleng kepala.

Ya ada baik ada buruknya, karena menurut versi Uesu Senpai, banyak sekali terdapat otaku di kampus (ya Otaku itu orang yang tidak pede dan punya kehidupan unik sendiri). Ya tapi banyak dari para otaku itu yang punya karya riset yang luar biasa.. Jadi ya anggap saja itu pilihan hidup mereka.

Gw sendiri mencoba untuk work hard-play hard, tapi sisi travelllng jadi menyusut tajam.. Sisi pergaulan, terkadang gw ga bisa ikut teman yang makan makan bersama ke suatu tempat, jalan jalan bersama ke suatu tempat karena kesibukan lab sekarang. Tapi ya gimanapun gw bersyukur karena punya lab. Perlu satu blog sendiri untuk gw bercerita tentang perjuangan gw mendapatkan laboratorium di sini.

Di ITB, selama ini apa yang menjadi andalan gw untuk berusaha berprestasi adalah menyantap buku-buku, datang kuliah dan mengerjakan tugas meskipun susah. Tapi ketika gw datang ke dunia lab, itu semua ternyata ga bisa diterapin mentah mentah. Perlu adaptasi. Mau nyantap buku.. yang bener itu nyantap paper-paper dan jurnal jurnal di internet, baru setelah itu buku adalah sarana untuk menunjang pemahaman paper tersebut. Datang kuliah.. datang kuliahitu ada batas waktunya, katakan dua jam dan kuliah selesai.. Kalau lab, datang dengan target.. kerja sampai target terkejar (sering sekali sulit untuk mencapai target karena ternyata banyak kendala tak terduga yang harus dihadapin) dan kemudian pulang dengan menyadari waktu yang sudah diluangkan di laboratorium cukup lama tapi hasil yang didapat ternyata kurang memuaskan terkadang. Ya kurang memuaskan, tapi tetap disyukuri.. Karena meskipun kurang memuaskan tapi tetap saja hidup ini ada perkembangannya.. Skill meningkat dan diri semakin baik dari waktu ke waktu.

Toh di lab kerjaan kami ga cuma belajar dan riset saja. Kami juga ngobrol. Awal mula memang gw ga bisa paham apa yang mereka ucapin. Tapi sekarang gw bisa paham 20 % apa yang mereka ucapkan. Dan sering juga koq gw mengeluarkan joke usil gw dengan bahasa Japlish (Japan English), dan mereka pun suka terbahak-bahak juga terkadang. Ya itulah yang gw syukuri juga.. Professor yang ramah, dan teman-teman yang bersahabat.

Kuliah sendiri.. Kuliah yang gw ambil cukup padat. Tapi semua ga terlalu sulit koq. Memang exchange student ini bobotnya tidak diporsikan untuk kuliah tapi untuk riset dan belajar bahasa serta budaya. Lumayanlah, daripada kuliah ikut sulit juga.. gw bisa jadi otaku jg entar..

Kehidupan kampus, kadang terasa monoton juga. Bangun pagi, masak, kuliah, ke Gakushoku (kafetaria), makan bersama,  kuliah bareng lagi sampai sore, pulang buat masak dan makan bentar, abis itu ke lab, dan kerja sampai malam.. Ya kalau mau diliat kerangka jadwalnya jadi terkesan monoton. Tapi kalau diliat dari progressnya y tidak monoton. Seperti bahasa contoh kasusnya. Kalau bahasa sendiri, gw ya bersyukur karena dari waktu ke waktu semakin mengerti. ya jadi kalo nonton tv mulai ngerti, kalau ke toko mulai ngerti, kalau ngobrol sama orang mulai lancar.. kalo riset ya mulai ada perkembangannya.. mulai ngerti satu hal yang tadinya penasaran koq ga ngerti ngerti.. Dari segi pertemanan pun juga semakin akrab satu sama lainnya..

Soal Indonesia, akhir akhir ini entah kenapa gw kangen ama makanan Indonesia. Bukan berarti gw ga suka masakan Jepang tapi masakan Indonesia itu ada cita rasa khasnya tersendiri. Yang sering bikin kebayang itu soto. Maklum lagi dingin banget di sini akhir akhir ini. Soto Gebyar di deket kost (nama jalannya gw uda lupa), soto sauna di kampus (setelah gw pulang dari Jepang harus hati hati makan ini). Trus gw suka kangen sama pecel dan gado-gado deket rumah.. Terus masakan pedas pedas ini itu.. Malah pernah suatu hari gw ngelamunin gorengan.. Pas itu yang ada di benak gw rasanya pingin makan tahu goreng pake cabe rawit banyak, terus tempe dan ubi goreng.. Combro depan ITB.. wahhhh, 8 bulan lagi gw baru bisa makan itu.. someone kirim donk pake express ke sini..

duh, berat nih mata gw.. besok ada kuis vocabulary nihon-go pula.. sampe sini dulu ceritanya.

nb: maaf di blog ini cuma bisa kirim tulisan saja tanpa gambar.

Marko, Sukribo (potong rambut di Tokyo mahalllll)

Nikko.. perfect place to be visited during Fall..

November 3rd, 2007 by marko-k19

Nikko.. Once I heard that name when I went to Odaiba and I saw a hotel there named Nikko. Actually I can also find the ‘Nikko Hotel’ in Bali, which is really nice hotel to stay. But, this time I want to tell the real Nikko, which is a place in Japan where you can see fall season perfectly..

That day actually I just wanted to go to Tsutaya (DVD Rental Place) to return the DVD I borrowed. But suddenly Ivan called me and asked me whether I want to go to some places in Tokyo or not.. He was called by my senior (Baskara) to go to some places and he asked me to go together.. "Why not?" I said.. I was kinda bored and I won’t refused to visit some places. I love traveling..

So then we went to Tokyo Insitute of Technology to attend the university festival. We ate there.. we walked around the campus but after that we went to Akihabara.. Baskara (my senior) asked us to go together to Nikko.. Again.. "Why not?" So, after spending two hours in Yodobashi Akiba (Akiba is the short form of Akihabara), we met Nyoman Bayu Yudianala, Baskara’s friend, the second best photographer in the fotografer.net.

On that time, it was a typhoon in south of Tokyo.. So the wind blew very strong. Even the wind broke many umbrellas that were hold by people who walked on the street at Akihabara.. The funny thing is this Typhoon is the reason why we went to Nikko. Because it was predicted that the sky would be clear at the next day so we will do foto hunting.. So at the evening, we went to Gunma and met with another professional photographer.. They were.. Marcus, Willi, Bambang, Kusno..

I spent my night at Marcus’s apato (apartment) and was trying to sleep without using any blanket even it was really cold at Gunma.. bad thing happened, we need to depart from Gunma to Nikko at 5 o’clock.. but Ivan set the alarm at 3 o’clock.. but we just started sleeping from 12 o’clock.. So it was like only 3 hours sleeping.. Horrible.. really tired..

So the next morning, we departed even the sun hasn’t risen yet. I enjoyed that moment because it was really nice.. We listened to a slow music inside the car and chatted, whatever.. We stopped once at the Seven Eleven to have our breakfast and buy some headband (to prevent cold).. Then we continue our travel and had a sight seeing because the sun has already risen after we had our breakfast..

Then we arrived at Nikko.. There are a lot of places that can be visited at Nikko. The lake, the famous waterfall, the Tokugawa Ieyasu Temple and maybe a lot more.. But I just visited those three places..

Too bad the friendster doesn’t allow me to upload my pictures, but maybe you can visit my friendster account to see the picture of Nikko at the profile pictures. And in the next blog I will try to give some description of each place.

Just wait the next blog of Nikko

Marko Kanadi

Kecap ABC and Sambal Bajak Kokita

November 2nd, 2007 by marko-k19

Yesterday I accompanied Daniel to find some Mexican ingredients in Tokyu Supermarket. When I was looking around, I was shocked!!! I found Kecap ABC and Sambal Bajak Kokita. Those stuffs are expensive actually, but for the sake of getting Indonesian Flavor.. WHY NOT!!

Last night I was trying to cook with that Indonesian sauces.. Hohoho, my meal tastes better because now it was sweet and also spicy, just like ordinary Indonesian foods.

Really feel thankful for finding those stuffs. Now I’m still looking for red onion substitute. I really miss red onion.. Any idea where can I find that cute little spice?? Or maybe can you tell me what can replace red onion for cooking?

Looking forward for your idea..

Chef de Sukribo

nb : here is the picture of my latest "product".. :-D
Pb030003

Odaiba, The Fantastic Island

November 2nd, 2007 by marko-k19

Hey.. It’s been a long time since my last blog. I just have time for make the new one. This time I want to tell all of you the place which I visited two weeks ago. Yup.. I know that I supposed to make this blog a long time ago, but.. just read my story..

I have many friends from China and I am close with one of them : Qiu. Qiu was asked by his friend to go together to Odaiba. His friend told him that he could bring two friends to go out with. Lucky me, I was chosen to go together with them. The other person that was asked by Qiu to go together was Xuan. So we met in Chofu station with Qiu’s friends. Some of them I knew before and some of them were new for me. So finally I was introduced to Beer (from Thai), Sava (from Bangladesh) and many other person. As additional information, today Beer become my research tutor. What a coincident :P WAHAHAHA!

10 AM we went to Shinjuku station by using Keio Line. After that, we continued with JR Yamanote Line untl Shimbashi station.. At Shimbashi, Beer brought us to eat together at Hanamasa. It’s worthy.. 1000 yen for 1 hour buffet. WHewwww, there I knew that Beer, which is very thin, were able to eat a lot of food as if he never get full. Pa200003

After we all were full. We continue our trip to take another line to go to Odaiba. It is a nice train because it is more comfortable. While we were inside the train, we can see the sea, it was really nice moment.. Hontouni.. Another things that we could see was airplanes which was taking of from Haneda Airport and also the famous icon of Japan : Rainbow Bridge.. Trust me, it was beautiful.. Moreover, the weather was perfect. The sky is clear, ok maybe a bit cloudy Pa200011
but at least it wasn’t dark..

Pa200033

And finally after a while, we arrived at Odaiba. First place we visited was the Toyota building. We spent a lot of time there for doing some games, trying the automatic car, watching the racing simulation and see the future vehicle. Pictures can speak more than words, so see this..

Pa200053
Pa200094

Pa200104
Pa200078_1

Pa200085
Pa200112

It was tiring.. but I enjoyed the moment. Then, Beer asked us to go to another place.. It was 5 pm and the sun almost set. Then, we decided to take the merry go round.. What can I say is.. This place is really perfect for a couple.. Too bad I have no girl friend to be brought here.. Wkwkwkwkw :P Hope I get it soon. XD

Pa200113Pa200133_1

Pa200116Pa200117

We then went to walk along the sea-line. There was a small park and you know what..? We found Liberty Statue Here.. Okay, it was a mini version but it’s funny to find it there. We walked in that park until we reached a big TV Station there. Inside the TV Station, there were a lot of funny doll and pictures. We spent a lot of time there until we were really tired.

Pa200153
Pa200200

Pa200202
Pa200208

Pa200204
Pa200196

Pa200182Pa200207

See.. many funny stuff there.. But finally we came home because we were
exhausted.. So that was the end of our journey at Odaiba..

Pa200212

Just wait for my new story, OK?

Marko Kanadi

Spaghetti Chictopushroom, thanks Kurnia Sofia for the idea..

October 19th, 2007 by marko-k19

Ho! I have successfully made another nice food. Actually this recipe was inspired by my senpai : Kurnia Sofia. She gave me advice to cook spaghetti using many ingredients that I try to remember.. But finally I made my meal.. It’s delicious ne.. ( "ne" is one of several japanese particle). Hoa.. if I want to give a name to this food, it will be

Spaghetti Chictopushroom

Why Chictopushroom..???

because it contains Chicken, Octopus and Mushroom.. How to make it is very simple.. THESE is how I made it :

1. First, boil your spaghetti with enough water and few vegetable oil. Yeah.. you can see when it has been edible.

2. Prepare garlic, oyster sauce, vegetable oil, olive oil (secret ingredient given by Kurnia Sofia), octopus and chicken, and mushroom..

3. Pour two spoon of oil into your wok, put the garlic that has been chopped wait until its color changed into darker. (NOT BLACK OF COURSE!)

4. Put the octopus and chicken slices, give a spoon of oyster sauce and a few of olive oil.. Wait until the meat is cooked ( you can also know it by seeing its color).. Then put all the mushroom slices..

5. Mixed it, and be patience.. you can also give salt and pepper as much as you want. But for me it’s better to give some black pepper.. Hmmmm… yummy…

6. Put all the mixed stuff on your spaghetti and then enjoy it.. It’s good you know because spaghetti is not always about beef, tomato sauce and cheese..

This is the picture of the "Spaghetti Chictopushroom" I cooked last week.. Tasty huh? Tasty nee..?

Pa160003

いただきます!!!!

by Chef de Sukribo

Neighborhood and Flea Market

October 14th, 2007 by marko-k19

Yesterday, I spent about 1.5 hour riding my bicycle to go around my neighborhood and after that I went to the flea market inside the Ajinomoto Stadium area.. Not much can be told from this trip.. Only I am very happy for getting 1000 yen of jacket and 700 yen of bag.. I had needed it for along time and finally I got it yesterday.. Here are some pictures of my neighborhood..

Pa140001
Pa140003

Pa140010
Pa140018

Pa140025
Pa140064

Pa140072
Pa140067

Pa140075
Pa140068

Pa140073
Pa140074

and here are some pictures which may be able to describe the situation of the flea market :

Pa140096
Pa140095

Pa140087

Pa140091
Pa140092

The last two pictures, we (Me and Daniel) are the model.. (jajajaja!) XD
ATTENTION : NOT FOR SALE!

That’s all I can tell you about my neighborhood and the flea market.. (Btw, the flea market will be held every month.. Cheap stuff hunting ritual for me) Btw, when I write this blog, it’s 3 pm in the Evening but it feels like 5.30 pm. It’s cold and rather dark..

Kanadi-san